Pidato Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada peringatan 47 tahun Revolusi Islam Iran, menyiratkan pesan tajam untuk Presiden AS Donald Trump dan sekutunya. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat, Khamenei menegaskan kekuatan Iran tidak bertumpu pada rudal atau militer, melainkan pada ketahanan dan persatuan rakyatnya.
Pidato ini muncul usai ancaman Washington terkait program nuklir, serta gelombang protes di dalam negeri. Khamenei menyebut musuh akan putus asa karena solidaritas masyarakat, sekaligus mendorong warga turun ke jalan dalam peringatan 11 Februari sebagai simbol loyalitas terhadap Republik Islam.
"Kekuatan nasional lebih bergantung pada kemauan dan keteguhan rakyat daripada pada rudal dan pesawat terbang. Dan kalian, Alhamdulillah, telah menunjukkan keteguhan dan kemauan ini. Tunjukkan lagi di berbagai bidang. Buatlah musuh kecewa. Selama musuh tidak kecewa, bangsa ini akan terpapar bahaya dan agresi," ujar Khamenei.
Dalam pidatonya itu, Khamenei menilai tekanan justru akan membuat "musuh putus asa", karena serangan apa pun tidak akan mampu menjatuhkan rezim, justru akan memperkuat solidaritas nasional.
Lantas, apakah pidato Khamenei kali ini menjadi sinyal Iran tak gentar menghadapi perang dengan Amerika Serikat?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati
Narator: Vina Muthi Ambarwati
Video Editor: Vina Muthi Ambarwati
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
SUMBER: VIORY
Music: When The Smoke Clears - Evening Telecast
#Global #Konflik #DailyNews #AyatollahAliKhamenei #DonaldTrump #Iran #IranVsAmerikaSerikat #AmerikaSerikat