Bukan cuma program nuklir, Amerika Serikat pun dikabarkan khawatir dengan kemandirian produksi rudal Iran. Karenanya AS memaksa Iran menurunkan jangkauan rudalnya sebagai salah poin negosiasi di Muscat, Oman, pada 6 Februari 2026.
Namun Iran menolak. Ini menjadi bukti nyata bahwa rudal telah menjadi harga mati bagi kedaulatan Iran, sekaligus tembok besar bagi ambisi diplomatik Donald Trump.
Lahir dari trauma ketidakberdayaan selama Perang Irak-Iran tahun 80-an, kekuatan udara Teheran bermetamorfosis dari senjata "tiruan" murahan menjadi ekosistem pertahanan mematikan di bawah tangan dingin mendiang Amir Ali Hajizadeh.
Dengan dukungan teknologi dari China dan Korea Utara, Iran berhasil membangun "Kota Rudal" bawah tanah dan menguasai taktik salvo attacks yang mampu mencari celah pada sistem pertahanan berlapis Israel maupun pangkalan militer Amerika Serikat.
Seperti apa sejarah evolusi kekuatan rudal Iran?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Taking Chances - The Soundings, Man Versus Tank - The Soundings
#global #konflik ##kompascomlab #RudalIran #Iran #Amerika #IranAmerika #PerangIran