:

Jangan Sepelekan Keluhan! Ruang Aman dan Respons Kunci Cegah Bunuh Diri | ROSI

2 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Psikolog keluarga Alissa Wahid dalam program ROSI menekankan pentingnya deteksi dini. Ia mempertanyakan, apakah kita benar-benar memperhatikan kondisi anak di sekitar kita—anak tetangga, anak di lingkungan keluarga, atau murid di sekolah.

Menurutnya, langkah paling mendasar adalah menyediakan ruang aman. Anak harus merasa diperbolehkan untuk menyampaikan apa pun yang ada di dalam hatinya, tanpa takut diremehkan.

Memberikan pemahaman bahwa mereka boleh mengeluh, boleh merasa terbebani, dan boleh bercerita, menjadi fondasi penting dalam pencegahan.

Alissa menyoroti peran sekolah dan tenaga pendidik. Ia mempertanyakan, apakah kepala sekolah dan guru sudah menciptakan suasana yang membuat anak nyaman untuk mendekat dan berbagi cerita.

“Ketika anak mengeluh, respons kita bagaimana? Apakah kita bilang, ‘alah, cuma begitu saja’?” ujarnya.

Respons yang meremehkan, menurutnya, bisa membuat anak memilih diam dan memendam beban sendiri.

Ketua KPAI periode 2022–2027, Margaret Aliyatul Maimunah menuturkan pernah ada best practice di sebuah wilayah di Provinsi DIY. 

Warga sepakat membatasi penggunaan gadget bagi anak-anak dan menggantinya dengan ruang bermain non-digital seperti bersepeda dan permainan tradisional.

Kebijakan kolektif semacam itu dinilai sangat mungkin diterapkan di era sekarang, selama ada komitmen dari aparat dan masyarakat setempat.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/fXp27lsQ16U 

**diskusi ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu untuk bercerita dan berkonsultasi kepada ahli. 

#siswa #alissawahid #kpai

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/649152/jangan-sepelekan-keluhan-ruang-aman-dan-respons-kunci-cegah-bunuh-diri-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke