:

Tragedi Siswa di NTT, Alissa Wahid Ungkap Beban yang Dipikul Lewat Surat dan Gambar Tangisan | ROSI

4 minggu lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Sebuah surat yang diberi gambar anak sedang menangis menjadi potongan sinyal penting yang tak bisa diabaikan pada tragedi meninggalnya siswa kelas 4 SD di Ngada, NTT. Bagi psikolog keluarga Alissa Wahid, gambar tersebut bukan sekadar coretan, melainkan representasi emosi terdalam seorang anak yang sedang berada dalam tekanan berat.

Alissa menilai, bisa jadi saat itu anak merasa tidak memiliki pilihan lain. Ada kemungkinan ia berpikir keputusan tersebut adalah satu-satunya cara untuk membuat situasi menjadi lebih ringan—bagi dirinya, bahkan bagi orang-orang yang ia cintai.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2022–2027, Margaret Aliyatul Maimunah, menegaskan bahwa anak pada dasarnya berada dalam posisi yang rentan dan labil secara emosional. Karena itu, keberadaan support system menjadi krusial.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/fXp27lsQ16U 

**diskusi ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda pernah merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi tersebut, jangan ragu untuk bercerita dan berkonsultasi kepada ahli. 

#siswa #alissawahid #kpai

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/649148/tragedi-siswa-di-ntt-alissa-wahid-ungkap-beban-yang-dipikul-lewat-surat-dan-gambar-tangisan-rosi

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke