:

[FULL] Analisis Kriminolog Soal Anak Jadi Tersangka Kasus Tewasnya Satu Keluarga di Warakas

6 jam lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Misteri kematian satu keluarga di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, akhirnya terungkap. Pelaku pembunuhan merupakan salah satu anak korban.

Rekaman CCTV di sekitar rumah kontrakan korban memperlihatkan pelaku sendirian keluar dari rumah mengendarai motor. Pelaku membawa panci atau teko yang dipakai untuk meracuni keluarganya. Dari rekaman CCTV tertulis kejadian terjadi pukul 9 pagi.

Kemudian tersangka diantar bersama temannya pulang ke rumah kontrakan. Polisi mengungkap motif pelaku membunuh ibu dan saudaranya. Pelaku yang merupakan anak ketiga melakukan pembunuhan berencana didasari rasa dendam karena merasa diperlakukan berbeda oleh ibunya dari saudara lainnya.

Pelaku terancam hukuman 20 tahun penjara. Pada 2 Januari 2026, seorang ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di dalam rumah kontrakannya di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pelaku sempat berpura-pura kaget saat menemukan keluarganya sudah tak bernyawa. Pelaku juga sempat menunjukkan kesedihan mendalam saat mengubur ibu dan kedua saudaranya.

Pelaku merencanakan pembunuhan terhadap keluarganya. Benarkah motif “perlakuan beda” bisa jadi pemicunya?

Kita bahas bersama kriminolog Universitas Budi Luhur, Lucky Hardiyanto.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga [FULL] Psikolog Bedah Kasus Pria Nekat Bunuh Ibu dan Saudara Kandung Akibat Dendam di https://www.kompas.tv/regional/649065/full-psikolog-bedah-kasus-pria-nekat-bunuh-ibu-dan-saudara-kandung-akibat-dendam

#pembunuhan #sekeluargatewas #keracunan #warakas

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/649075/full-analisis-kriminolog-soal-anak-jadi-tersangka-kasus-tewasnya-satu-keluarga-di-warakas

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke