KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk Board of Peace sebagai upaya baru penyelesaian konflik global, termasuk Gaza. Indonesia memilih bergabung sebagai anggota.
Namun, keikutsertaan ini menuai perdebatan, mulai dari soal efektivitas dewan, biaya keanggotaan, hingga konsistensi sikap Indonesia terhadap agresi Israel yang terus berlanjut. Sejauh mana kepentingan nasional Indonesia terjaga dalam forum ini?
Presiden AS Donald Trump memperkenalkan “Dewan Perdamaian” atau Board of Peace sebagai tandingan Dewan Keamanan PBB yang ia nilai gagal.
Awalnya, dewan ini dibentuk untuk gencatan senjata Gaza. Namun, Dewan Perdamaian ini kini dirancang untuk menangani berbagai konflik global.
Trump pun mengirim undangan ke puluhan negara, mengisyaratkan dewan ini akan segera menengahi konflik global.