Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak memperpanjang perjanjian nuklir New START, dan mendesak dibuatnya perjanjian nuklir baru untuk menggantikannya. Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Kamis (5/2/2026) setelah perjanjian New START berakhir.
Trump bersikeras ingin melibatkan China dalam perundingan untuk mengurangi senjata nuklir. Namun, China menolak dengan alasan kekuatan nuklirnya jauh lebih kecil. Sebagai informasi, jumlah armada nuklir AS dan Rusia mencakup sekitar 90 persen dari total senjata nuklir dunia jika digabungkan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis naskah: Salsabila Suseno Video editor: Salsabila Suseno Produser: Akhmad Muawal Hasan