Pemerintah China dilaporkan melarang semua investasi baru di Israel karena kekhawatiran akan keamanan.
Langkah itu mengakibatkan para anggota Kibbutz Hanita menggugat Ballet Vision yang dikendalikan China lantaran menolak membeli sisa saham mereka di pabrik lensa intraokular, yang ada di perbatasan Israel utara.
Perusahaan ini menuntut ganti rugi sebesar 11 juta dollar AS (Rp 184,15 miliar) ke Pengadilan Distrik Tel Aviv.
Lembaga pendanaan asal China itu, diketahui menguasai sekitar 80 persen saham Hanita Lenses. Lantas, apa alasan Beijing melarang investasi perusahaan China di Israel?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Vina Muthi Ambarwati Narator: Vina Muthi Ambarwati Video Editor: Vina Muthi Ambarwati Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas