KOMPAS.TV - Sejumlah penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan berstatus nonaktif. Kondisi ini memicu kekhawatiran serius, terutama bagi pasien dengan penyakit kronis.
Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia menilai kebijakan tersebut berisiko mengancam nyawa pasien.
Salah satu pasien yang terdampak adalah Ajat, pedagang es keliling asal Lebak, Banten. Ajat telah menjalani cuci darah selama sebelas tahun dengan frekuensi dua kali dalam sepekan.
Status BPJS Kesehatan PBI Ajat mendadak nonaktif saat ia tengah menjalani proses cuci darah di rumah sakit.
Meski status BPJS Kesehatan PBI Ajat kini telah aktif kembali, Ajat sempat terpaksa beralih ke BPJS Mandiri agar tetap dapat menjalani cuci darah sesuai jadwal.