KOMPAS.TV - Setelah Badan Pusat Statistik merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 sebesar 5,11 persen, dengan pertumbuhan kuartal IV 2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi sejak pandemi Covid-19, Moody’s justru menurunkan prospek kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif pada hari yang sama.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan apakah angka-angka tersebut benar-benar mencerminkan pemulihan ekonomi dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Isu tersebut dibahas bersama Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky.