Israel lebih memilih Amerika Serikat menyerang Iran dibandingkan bernegosiasi di Oman pada Jumat (6/2/2026). Bagi Israel doktrin "Gurita" yang melekat pada Iran adalah ancaman yang bisa dilumpuhkan dengan serangan ke Teheran, bukan melalui meja perundingan.
Tudingan doktrin "Gurita" ini muncul dari Iran, melalui sebutan yang disematkan oleh mantan PM Israel, Naftali Bennett. Bennett menyebut Iran sebagai kepala gurita, dan para proksinya seperti Hizbullah, Houthi, dan Hamas adalah tentakel.
Karenanya melemahkan kepala gurita dengan serangan bisa jadi solusi agar Israel terbebas dari jeratan ancaman proksi dan rudal-rudal Iran yang siap mengepungnya secara parsial.
Meski Israel berambisi menggulingkan rezim Ayatollah lewat kekuatan militer, sekutu utamanya, Amerika Serikat di bawah Donald Trump, justru menunjukkan arah berbeda dengan lebih condong pada jalur diplomasi dan meja perundingan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika