MALANG, KOMPAS.TV - Panen lebih awal ini terpaksa dilakukan oleh petani cabai di malang meski usia cabai belum cukup matang. Meski cabai terlihat masih hijau, Kuswandi, salah satu petani cabai tetap memetik cabai di kebunnya. Menurutnya, akibat cuaca yang buruk yakni curah hujan tinggi dan terkadang panas di siang hari, tanaman cabai miliknya banyak rusak dan busuk.
Dengan kondisi seperti ini, memanen cabai lebih awal harus dilakukan, karena jika menunggu lebih lama, cabai akan kering dan mati sehingga petani tidak akan mendapatkan hasil. Menurut Kuswandi, sebenarnya saat ini harga cabai sangat bagus bagi petani karena dengan harga tinggi biaya produksi seperti pupuk dan obat bisa tertutupi.
Kuswandi menambahkan, jika tanaman cabai ini sehat, diperkirakan saat memasuki bulan puasa nanti, dirinya bisa panen cabai lebih besar. Namun dengan kondisi saat ini harapan tersebut gagal ia raih.
"Yang merah antara Rp 70 ribu sampai Rp 75 dari petani ke bakul, kalo hijau ini antara Rp 30 sampai Rp 35 ribu. Kan layu kena cuaca hujan panas hujan panas daripada nanti kering saya panen hijau, sebetulnya biasanya panen merah." Kata Kuswandi.
Sejak sepekan terakhir harga cabai rawit di pasaran melonjak hingga Rp 80 ribu per kilogram. Naiknya harga cabai rawit ini akibat berkurangnya pasokan cabai dari petani.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/648791/tanaman-rusak-petani-cabai-di-malang-panen-lebih-awal