Peristiwa meninggalnya siswa SD berinisial YBS, di Nusa Tenggara Timur, memicu berbagai spekulasi. Namun, Bupati Ngada, Raymundus Bena menegaskan, bahwa ia tidak sepakat terkait dugaan bahwa korban nekat mengakhiri hidupnya hanya karena tidak mampu membeli buku.
"Saya rasa mungkin bukan berarti kesimpulan sementara yang diambil media ini terlalu dini. Kalau saya melihat masalah (meninggalnya siswa SD di NTT) ini cukup kompleks," ujar Raymundus, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai, anggapan tersebut terlalu sederhana untuk menjelaskan sebuah masalah yang menurutnya jauh lebih kompleks. Menurutnya, korban juga memiliki masalah ekonomi, sosial dan situasi lingkungan di sekolahnya. Hal ini disampaikan Raymundus dalam salah satu tayangan YouTube pada Rabu (4/2/2026).
Ia menilai, mengaitkan tindakan korban mengakhiri hidupnya hanya dengan ketidakmampuan membeli alat tulis dianggap mengecilkan kondisi sosial masyarakatnya.
"Lalu sekadar untuk tidak bisa membeli buku dan pulpen, saya rasa terlalu rendah ya untuk masyarakat saya. Mungkin masalahnya ekonomi, sosial, dan juga mungkin di sekolah itu situasinya seperti apa," lanjutnya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Rachmawati
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Peristiwa #Viral #Dailynews #BupatiNgada #RaymundusBena #SiswaSDAkhiriHidup #NTT
Music: Missing Persons - Jeremy Blake
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2026/02/05/060600788/bantah-siswa-sd-akhiri-hidup-hanya-karena-tak-bisa-beli-buku-bupati?page=all#page2