DPR RI mendesak aparat penegak hukum untuk memperdalam proses penyelidikan terhadap kasus siswa SD mengakhiri hidupnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Desakan itu disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Sjamsurijal, pada Rabu (4/2/2026).
Cucun mengingatkan pentingnya melihat permasalahan lain yang mendorong aksi si anak mengakhiri hidupnya sendiri.
Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengungkap keluarga bocah tersebut tidak menerima bantuan sosial karena kendala administrasi kependudukan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Video Jurnalis: Rahel Narda Chaterine
Penulis: Rahel Narda Chaterine, Sigiranus Marutho Bere
Penulis Naskah: Muhammad Dava Arrifa
Narator: Muhammad Dava Arrifa
Video Editor: Aqmal Safa Rifai
Produser: Naufal Noorosa Ragadini
#Peristiwa #Viral #SiswaSDBunuhDiri #BunuhDiriNTT #GubernurNTT #SiswaSDNTT
Musik: Dead Wrong - Jeremy Blake
KONTAK BANTUAN:
Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.
Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa menyimak laman Into the Light Indonesia.
Artikel terkait: https://nasional.kompas.com/read/2026/02/04/16290221/pimpinan-dpr-dorong-aph-dalami-penyebab-anak-sd-di-ntt-bunuh-diri
https://regional.kompas.com/read/2026/02/04/171735078/gubernur-ntt-ungkap-keluarga-anak-sd-yang-meninggal-di-ngada-tak-terima