JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi X DPR yang membidangi pendidikan meminta penyelidikan tuntas kasus meninggalnya siswa SD diduga bunuh diri karena tak mampu membeli alat tulis.
Menurutnya, peristiwa ini merupakan tamparan keras dunia pendidikan, dan perbaikan harus segera dilakukan agar peristiwa serupa tak terulang lagi.
Polda NTT mendalami motif dugaan bunuh diri siswa SD di Kabupaten Ngada.
Polisi telah mendatangi keluarga korban dan memberi pendampingan psikologis.
Dari hasil penyelidikan awal, siswa kelas empat yang diduga bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur itu sempat minta dibelikan buku dan pulpen kepada ibunya. Permintaan itu tidak terpenuhi karena sang ibu tidak memiliki uang.
Siswa tersebut diduga menulis surat perpisahan kepada ibunya sebelum mengakhiri hidup.
Polda NTT sudah mengirimkan psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Respons soal Siswa SD Diduga Bunuh Diri di NTT, Mensos: Perkuat Dana Keluarga Miskin | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/regional/648539/respons-soal-siswa-sd-diduga-bunuh-diri-di-ntt-mensos-perkuat-dana-keluarga-miskin-kompas-petang
#dpr #siswasd #kasussiswasd #bunuhdiri
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/648554/siswa-sd-diduga-bunuh-diri-dpr-tamparan-keras-dunia-pendidikan-selidiki-hingga-tuntas