Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara usai para anak buahnya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Banjarmasin dan Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Menurutnya hal ini terapi kejut (shock therapy) bagi jajaran anak buahnya untuk memperbaiki kinerja.
"Ada yang di-OTT di Banjarmasin dan Lampung yang disergap oleh KPK. Ini merupakan shock therapy bagi pegawai-pegawai kami, ujar Menkeu Purbaya.
Ia memastikan pendampingan hukum tetap diberikan kepada aparatur yang terlibat, namun pendampingan tersebut tidak dalam bentuk intervensi terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
"Saya mendampingi mereka terus secara hukum, tapi tidak akan melakukan intervensi hukum, dalam pengertian misalnya datang ke Presiden meminta KPK atau Kejaksaan untuk menghentikan kasus, seperti yang terjadi di masa lalu," lanjutnya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#politik #pemerintah ##kompascomlab #MenkeuPurbaya #DPRRI