Seorang siswa SD berusia 10 tahun di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengakhiri hidupnya karena tak mampu membeli buku dan pena.
Sebelum mengakhiri hidup, bocah SD itu sempat meninggalkan sepucuk surat untuk ibunya. Dalam surat tersebut, tertulis ungkapan perpisahan kepada sang ibu.
Korban diketahui tinggal bersama neneknya karena ibunya merupakan orang tua tunggal yang bekerja sebagai petani dan kerja serabutan.
Ibu korban mengurusi lima anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
Tragedi siswa SD mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) serta Kementerian Sosial (Kemensos) pun angkat bicara.