Israel saat ini merasa terancam oleh strategi "Cincin Api" Iran, yang kalau ditarik cara membangun taktik ini tidak jauh berbeda dari Doktrin Periferi milik Tel Aviv di masa lalu.
Jika dahulu Israel merangkul Iran dalam doktrin Periferi untuk mengepung negara-negara Arab, kini Iran justru menggunakan cara serupa namun dengan membangun jaringan proksi di kawasan Teluk untuk balik mengepung Israel.
Israel kini seakan tersandera dengan doktrin lamanya yang kini kesannya seperti "dibajak" lalu dimodifikasi oleh rezim Khamenei. Strategi itu bahkan lebih kuat ketika Iran di dalam negeri hingga para anggota proksinya difasilitasi rudal-rudal balistik dan hipersonik yang bisa menembus jantung Tel Aviv.
Hal ini memicu ambisi Israel untuk menjalankan "Doktrin Gurita", yakni upaya memutus ancaman dengan menyerang langsung pusat kekuasaan di Teheran daripada hanya melawan milisi di perbatasan.
Israel ingin menggunakan kehadiran kekuatan AS di Timur Tengah, tapi sepertinya jalan pikiran Trump berbeda. Presiden AS itu tampaknya lebih mengedepankan jalur negosiasi. Harapan Israel untuk menggulingkan rezim Ayatollah Ali Khamenei melalui bantuan Amerika Serikat kini terancam pupus, usai Trump berkeyakinan AS dan Iran akan duduk bersama berunding.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Missing Persons - Jeremy Blake
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #Israel #IranAmerika