:

Tinggal di Pondok Sederhana, Keluarga Anak SD yang Akhiri Hidup Tak Pernah Terima Bantuan

17 jam lalu

Kondisi rumah sederhana tempat tinggal YBS, siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, menjadi saksi bisu dirinya mengakhiri hidup.

Ia diketahui tinggal di pondok bambu sederhana bersama neneknya. Namun meski dalam keterbatasan ekonomi, semangatnya untuk bersekolah tak pernah pudar.

Namun karena diduga sang ibu tidak mampu membelikan buku dan pena seharga Rp10.000, siswa kelas 4 SD itu nekat mengakhiri hidupnya.


KONTAK BANTUAN:

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu. Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada. Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa menyimak laman Into the Light Indonesia.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis: Rachmawaty

Penulis Naskah: Lina Tiyas Patmulasih

Narator: Lina Tiyas Patmulasih

Video Editor: Aqmal Safa Rifai

Produser: Naufal Noorosa Ragadini


#Peristiwa #Viral #Indonesia #SiswaSDNTT #SiswaSDBunuhDiri #AnakBunuhDiri #SiswaNgadaNTT


Musik: Alone - Emmit Fenn


Artikel terkait: https://www.kompas.com/jawa-timur/read/2026/02/04/101500888/melihat-kondisi-keluarga-siswa-sd-yang-tewas-di-ntt-hidup-dalam 

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke