MERAUKE, KOMPAS.TV - BMKG merauke, papua selatan kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrim. Cuaca ekstrem kemungkinan terjadi beberapa hari ke depan.
Potensi hujan lebat yang akan mengguyur kota merauke dan sekitarnya membuat stasiun meteorologi mopah mengeluarkan peringatan dini.
Hujan lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi beberapa hari kedepan. Kecepatan angin diperkirakan bisa mencapai 50 kilometer per jam atau sekitar 30 knot. Hal ini memicu gelombang tinggi di perairan merauke.
“untuk sepekan kedepan di wilayah merauke kami pantau prakiraan di tanggal 4 sampai tanggal 7 ada potensi hujan sedang hingga lebat mungkin juga disertai angin kencang jadi mungkin untuk masyarakat yang tinggal terutama di pesisir kami himbau adanya potensi hujan sedang hingga lebat terutama beberapa hari kedepan ini juga akan diprediksi adanya banjir rob di wilayah pesisir jadi kami himbau untuk masyarakat terutama di wilayah pesisir seperti waan tabonji ilwayab dan sekitarnya juga kami himbau untuk selalu waspada. untuk anginnya sendiri kami pantau prakiraan dari 10 hingga 50 kilometer per jam atau sekitar 30 knot jadi mungkin untuk wilayah pesisir itu cukup kencang jadi kemungkinan juga ada potensi gelombang tinggi karena adanya angin kencang ini”ungkap Rizaldi Ramadhan, Prakirawan Stasiun Meteorologi Mopah.
Selian hujan dan angin kencang, banjir rob juga kemungkinan terjadi. Warga di daerah pesisir pun diminta waspada.
“untuk banjir rob sendiri kami keluarkan peringatan dini dari tanggal 2 hingga 6 ada potensi banjir rob di wilayah pesisir kabupaten merauke hingga pesisir asmat dan kepi jadi potensi banjir rob ini akan tergolong mungkin cukup signifikan karena adanya angin kencang dan di utara australia juga kami pantau ada bibit siklon tropis. untuk wilayah laut arafuru bagian timur itu gelombangnya 1 hingga 2 meter paling tinggi sebenarnya untuk wilayah pesisir cukup bersahabat 0,75 hingga 1,25 namun potensi angin kencang ini bisa berdampak akan tambahnya ketinggian tersebut. untuk saat ini kami pantau untuk menjadi potensi siklon torpis itu cukup rencah saat ini masih terpantau bibi t sikon namun pergerakan ini juga terlihat menjauh dari provinsi papua selatan bergerak ke arah barat jadi untuk potensi bibit siklon ke siklon tersebut kami pantau cukup rendah” pungkas Rizaldi Ramadhan.
BMKG menghimbau masyarakat, khususnya nelayan dan warga yang beraktivitas di laut maupun pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat besarnya potensi cuaca buruk.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/648420/peringatan-dini-cuaca-ekstrim-banjir-rob