JAKARTA, KOMPAS.TV - Gelombang pemain diaspora yang merapat ke Liga Super Indonesia semakin deras.
Mauro Zijlstra yang digadang-gadang menjadi tumpuan Timnas dengan berlaga di Eropa kini tengah negosiasi dengan Persija Jakarta.
Begitu juga dengan Ivar Jenner yang kepincut berlaga di Tanah Air.
Talenta 22 tahun tersebut sudah resmi berstatus tanpa klub setelah FC Utrecht mengumumkan telah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri kontrak lebih awal.
Jauh sebelum Jenner dan Zijlstra, di musim kompetisi 2025–2026, Rafael Strucik menjadi pembuka arus pemain diaspora Timnas Indonesia yang menjajal Liga Super dengan bergabung Dewa United.
Tak berselang lama, Jordi Amat resmi berseragam Persija, sedangkan Thom Haye dan Eliano Reijnders memilih Persib Bandung.
Di tengah gemerlap iming-iming gaji tinggi dan fasilitas eksklusif yang ditawarkan klub Liga Super pada pemain diaspora, masih ada punggawa Timnas yang tetap memilih berkarier di luar negeri.
Penjaga palang pintu terakhir skuad Garuda, Marteen Pas, kembali ke Eropa dengan gabung Ajax Amsterdam.
Analis sepak bola menyayangkan banyaknya pemain diaspora bergabung ke liga domestik. Iksan menilai fenomena ini akan menurunkan standar mereka.
Berkiprah di luar negeri atau di liga domestik, itu menjadi pilihan masing-masing pemain.
Dengan masih banyaknya pemain diaspora yang berkiprah di luar negeri, akan menjaga level permainan Timnas Indonesia di bawah kepelatihan John Herdman.
Membahas soal eksodus pemain diaspora ke Liga Indonesia, kita sudah bersama Analis Sepak Bola M. Kusnaeni.
Baca Juga Hasil Babak Pertama Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam: Unggul 2-0, Garuda Tampil Efektif di https://www.kompas.tv/olahraga/648240/hasil-babak-pertama-timnas-futsal-indonesia-vs-vietnam-unggul-2-0-garuda-tampil-efektif
#timnas #persija #maurozijlstra
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/olahraga/648312/pemain-diaspora-merapat-ke-liga-super-timnas-turun-level-ini-kata-analis-sepak-bola