Syarat Amerika Serikat (AS) dalam kesepakatan nuklir dinilai Iran bukan sebagai upaya diplomasi, melainkan "peta serangan" yang berpotensi melemahkan pertahanan Teheran. Di tengah meningkatnya ketegangan dan tekanan militer AS, Iran menilai tuntutan tersebut justru membuka celah bagi serangan lanjutan.
Foad Izadi, associate professor di Fakultas Studi Dunia Universitas Tehran, menegaskan Iran tidak akan tunduk pada MTCR (Missile Technology Control Regime) sebagaimana yang dituntut AS. Jika Iran bergabung dengan MTCR, maka kemampuan pertahanan diri negara ini akan sangat dibatasi.
Izadi juga menyoroti tuntutan AS agar Iran membuka data rinci fasilitas nuklir yang sebelumnya pernah diserang bersama Israel. Ia menilai permintaan tersebut berisiko dimanfaatkan untuk merancang serangan berikutnya dengan lebih presisi.
Lantas, apa saja keberatan Iran terhadap tuntutan AS dalam negosiasi nuklir, dan mengapa MTCR menjadi "garis merah" Teheran?
Simak selengkapnya dalam video berikut.
Penulis Naskah: Angela Putri Defana
Narator: Angela Putri Defana
Video Editor: Angela Putri Defana
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
#Global #Konflik #Dailynews #Iran #AmerikaSerikat #NegosiasiASIran #GeopolitikDunia #NuklirIran #IranVsAS #BeritaInternasional #TimurTengah
Music: Final Girl - Jeremy Blake