Kekuatan rudal Iran bikin Israel dan Amerika Serikat begitu hati-hati. Gaya perang asimetris Iran diprediksi oleh panglima perang Israel bisa membuat perang berlangsung antara 2 minggu atau 2 bulan.
"Ini adalah periode ketidakpastian. Dalam waktu dua minggu hingga dua bulan," ungkap Emyr Zamir, panglima militer Israel kepada media lokal setempat, Minggu (1/2/2026).
Ini berarti Donald Trump harus berhitung dengan matang biaya yang dikeluarkan untuk meladeni serangan balasan Iran, jika perang kedua negara benar-benar terjadi. Demi memastikan negara-negara sekutunya aman, AS bahkan dikabarkan merogoh kocek lagi untuk memproduksi rudal THAAD dan Patriot.
Dua senjata itu adalah sistem pertahanan yang digaungkan AS bisa menangkis rudal dan drone Iran. Namun tidak boleh lupa taktik bombardir massal Iran, biasanya mampu mengacaukan sistem radar, dan memberi pilihan sulit musuh untuk menentukan prioritas menembak jatuh rudal Iran. Ini berarti ada potensi kekuatan rudal pencegat buatan AS itu bisa kebobolan.
Presiden Donald Trump kini berada di persimpangan, antara memberikan pukulan hebat ke Teheran sekaligus melindungi sekutunya.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: VIORY
#global #konflik ##kompascomlab #IranvsAS #TaktikAS #MiliterIran #MiliterAS
Music: Cavalry - Aakash Gandhi