Ada yang berbeda dari cara AS membangun armada tempurnya untuk menyerang Iran kali ini, dibandingkan pada Juni 2025 lalu. Tahun lalu, serangan Washington lebih fokus pada operasi terhadap fasilitas nuklir Iran.
Kali ini, AS tidak hanya harus berpikir untuk menyerang, tapi juga bagaimana caranya bertahan jika diserang balik oleh Iran.
Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, secara terang-terangan mengakui pihaknya sangat khawatir dengan perkembangan rudal balistik Teheran yang kian mematikan. Apalagi, Washington punya hingga 40 ribu tentara di seluruh Timur Tengah, yang semuanya masuk dalam jangkauan rudal Iran.
Tak cuma itu, jadi atau tidaknya perang juga akan sangat bergantung pada diplomasi jalur belakang, yang kini diam-diam sedang dilakukan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #IranvsAS #TaktikAS #MiliterIran #MiliterAS
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi