Dalam video ceramah ini, kita diajak menyelami keutamaan shalat tahajud bukan hanya dari sisi pahala, tetapi juga dari sisi kedekatan hamba dengan Allah SWT.
Dikisahkan bagaimana seorang ulama besar dari kalangan tabi’in, Imam Hasan Al-Basri, menjawab pertanyaan yang sangat menyentuh: mengapa orang yang rajin shalat tahajud wajahnya tampak bercahaya?
Jawabannya sederhana, tapi dalam maknanya. Kata beliau, bagaimana mungkin wajahnya tidak bercahaya, sedangkan ia sering berduaan dengan Allah, dan Allah adalah Maha Pemberi Cahaya.
Imam Hasan Al-Basri lalu membacakan ayat yang menyebut Allah sebagai cahaya langit dan bumi, nurun ‘ala nur, cahaya di atas cahaya.
Cahaya itulah yang Allah limpahkan kepada orang-orang yang menghidupkan malamnya dengan ibadah.
Shalat tahajud bukan tentang jumlah rakaat, tapi tentang kesungguhan hati. Empat rakaat, dua rakaat, delapan, bahkan sebelas dengan witir, semuanya baik.
Yang terpenting adalah kita mau bangun, mau berdiri, dan mau bersujud di saat kebanyakan manusia terlelap.
Dalam ceramah ini juga dijelaskan bahwa orang yang menjaga shalat malam termasuk hamba-hamba pilihan Allah,
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an sebagai ibadurrahman, hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih.
Mereka adalah orang-orang yang menghabiskan malamnya dengan sujud dan berdiri di hadapan Rabb-nya.
Lebih dari itu, Rasulullah SAW menjanjikan bahwa orang yang membiasakan shalat tahajud, menjaga shalat malam, memperbanyak salam.
Dan menebar kebaikan kepada sesama, insyaAllah akan dimasukkan ke dalam surga dengan penuh keselamatan.
Video ini adalah pengingat lembut, bahwa jalan menuju cahaya, ketenangan, dan surga tidak selalu sulit.
Kadang cukup dengan bangun di malam hari, dua rakaat, dan doa yang jujur dari hati.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/646669/shalat-tahajud-jalan-menjadi-hamba-pilihan-allah-kalam-hati