Fase kedua gencatan senjata di Gaza resmi diberlakukan, itu berarti Indonesia sebagai anggota dewan perdamaian sudah harus bekerja.
Namun, fase ini membawa mandat yang jauh lebih sensitif dan penuh risiko. Salah satu poin krusial adalah soal demiliterisasi total, termasuk pelucutan senjata Hamas.
TNI dikabarkan akan bergabung dalam rencana Dewan Perdamaian itu. Ketua Komisi I DPR RI, Utur Ardianto menegaskan TNI tidak akan bertempur di Gaza, namun membantu pembangunan di sana.
"Tidak untuk ikut bertempur. Tadi kita underline, kita tidak untuk bertempur tetapi lebih untuk menjaga perdamaian," ungkap Utut dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Selasa (27/1/2026).
Sementara Menhan Sjafrie menjelaskan TNI akan menyiapkan satu brigade khusus untuk ditugaskan di Gaza.
"Di mana kita mengutamakan kemampuan, yang kita siapkan pasukan kita, dan saya kira Panglima (TNI) sudah mempersiapkan satu brigade," ucap Sjafrie.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Fika Nurul Ulya
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #Hamas #TNI #DewanPerdamaian #Gaza
Music: Missing Persons - Jeremy Blake
Artikel terkait:
https://nasional.kompas.com/read/2026/01/24/12164551/menlu-ungkap-alasan-prabowo-bawa-indonesia-gabung-board-of-peace-untuk-gaza