Arab Saudi khawatir jika Amerika Serikat berhasil menangkap Ali Khamenei saat perang terjadi. Kejatuhan Ali Khamenei, malah akan berdampak pada gerakan desentralisasi yang kian besar, dan membuat IRGC mengambil peran sosok ulama di pemerintahan pusat.
Bagi Arab Saudi sosok ulama seperti Khamenei adalah rem bagi gerakan militer di Iran. Ketakutan utama Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) bukan sekadar ancaman terhadap proyek Vision 2030, melainkan kekhawatiran bahwa jatuhnya rezim ulama di bawah Ayatollah Ali Khamenei justru akan melahirkan kediktatoran militer yang lebih agresif oleh IRGC (Garda Revolusi Islam) yang memiliki kekuatan ekonomi dan senjata tanpa kendali ideologi "rem" dari para ulama.
Mengingat trauma sejarah kekosongan kekuasaan di Irak dan Libya, Arab Saudi lebih memilih menghadapi rival yang stabil dan dapat diprediksi ketimbang risiko perang saudara atau junta militer di perbatasannya, sehingga Riyadh terus memainkan diplomasi dua kaki untuk mencegah eskalasi militer yang bisa menjadi "pintu neraka" baru di Timur Tengah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #ArabSaudi #AyatollahAliKhamenei #Iran #AmerikaSerikat