:

"Mosaic Defense" Iran, Taktik Perang Gerilya dan Otonom Hadapi Serangan Udara AS

3 jam lalu

Doktrin Mosaic menjadi salah satu taktik Iran yang bisa jadi menyulitkan Amerika Serikat, jika perang asimetris tercipta di kawasan teluk Arab.

Doktrin ini adalah strategi desentralisasi, di mana Iran membagi kekuatan militer menjadi kelompok sel independen yang diberi wewenang otonom tanpa menunggu instruksi pemimpin terpusat. Itu artinya Iran sulit dilemahkan meski pemimpin utamanya ditangkap atau dilemahkan AS.

Kelompok-kelompok yang tersebar tetap akan melakukan perlawanan. Doktrin ini juga membentuk milisi Basij di tiap provinsi, yakni kelompok gerilya yang bisa berperang "hit and run", yang mengacaukan strategi lawan, dalam hal saat ini AS dan sekutunya.

Doktrin ini akhirnya bisa mematahkan taktik culik yang berhasil diterapkan Trump kepada Nicolas Maduro di Venezuela. Kebijakan dan struktur pemerintah yang terdesentralisasi memusingkan AS bahwa menangkap Ali Khamenei belum tentu melemahkan Iran, malah akan muncul rezim lain.

Hal inilah yang membuat Arab Saudi khawatir bahwa taktik kilat AS bisa menggantikan sosok rezim ulama menjadi rezim militer yang dipimpin IRGC. Kondisi itu bisa melemahkan diplomasi di kawasan teluk.

Dengan mengandalkan bunker bawah tanah, serangan rudal bergerak, sabotase gerilya, hingga pemblokadean Selat Hormuz, strategi ini dirancang bukan untuk kemenangan militer langsung, melainkan untuk menyeret AS ke dalam "labirin" perang jangka panjang yang menguras biaya dan psikologi politik hingga Washington terpaksa mundur.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty

Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi

#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #IranvsAmerika #MosaicDefense

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke