KOMPAS.TV - Seorang pedagang es gabus dianiaya aparat, dituduh menggunakan bahan berbahaya. Korban mengalami memar di wajah dan bahu.
Semenjak video dirinya diintimidasi aparat karena dituduh menjual es gabus menggunakan bahan berbahaya, Suderajat mengaku belum kembali berjualan karena trauma.
Ia berencana akan beralih usaha dengan menjual gorengan di sekitar rumahnya, namun masih terkendala peralatan.
Suderajat dituduh menjual es gabus menggunakan bahan berbahaya. Namun hasil pemeriksaan Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya menyatakan es gabus yang dijual aman untuk dikonsumsi.
Suderajad, seorang pedagang es gabus yang berjualan di Kemayoran, Jakarta, diinterogasi anggota TNI dan Polri karena menjual makanan yang diduga mengandung spons. Di hadapan Suderajad, oknum anggota Polri dan TNI tersebut juga meremas es gabus untuk menunjukkan jika kandungan es tersebut merupakan spons yang biasa digunakan untuk bedak.
Tak sampai di situ, dugaan intimidasi oknum aparat terhadap Suderajat juga berujung pada dugaan penganiayaan. Suderajad mengaku sempat disekap dan dianiaya hingga mengalami luka di bagian wajah dan bahu.
Meski Suderajad telah mengalami intimidasi, ternyata es gabus yang ia jual tidak mengandung bahan berbahaya. Sampel jajanan es gabus sudah diperiksa Puslabfor Polri dan dinyatakan aman dikonsumsi. Atas peristiwa ini, dua pelaku yang mengintimidasi Suderajad akhirnya meminta maaf.
#esgabus #polisi #tni
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/646703/pedagang-es-gabus-dipermalukan-aparat-uji-lab-polri-ungkap-makanan-yang-dijual-aman-dikonsumsi