Di bagian ini, muncul pertanyaan yang sangat jujur dan mewakili banyak orang: “Saya shalat wajib saja masih bolong-bolong, tapi saya ingin tahajud untuk hajat saya. Apakah Allah masih mau menerima saya?”
Jawaban yang diberikan sangat menenangkan. Diceritakan kisah nyata dari seorang ulama besar, Al-Fudail bin Iyad, yang dulunya adalah perampok kejam, bahkan pembunuh.
Suatu malam, ketika ia hendak merampok, ia mendengar suara seorang wanita yang sedang shalat tahajud dan membaca ayat Al-Qur’an.
Ayat itu menembus hatinya. Saat itulah ia menangis, berhenti, dan memilih bertobat.
Dari satu ayat yang didengar di malam hari, Allah mengubah hidupnya. Dari perampok, ia menjadi ulama besar yang zuhud, ahli ibadah, dan dikenal dalam kitab-kitab para salafus shalih.
Pesan pentingnya sangat jelas: jangan pernah meremehkan satu amal kebaikan.
Jika shalat kita masih bolong, tapi hati ingin tahajud, maka lakukanlah. Jika belum sempurna ibadah kita, tapi kita ingin ngaji, puasa sunnah, atau bersedekah, maka lakukanlah.
Jangan menunggu sempurna untuk memulai, karena hidayah Allah sering datang dari satu langkah kecil yang tulus.
Bisa jadi, satu tahajud yang kita lakukan malam ini, adalah pintu perubahan hidup kita selamanya.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/646685/satu-tahajud-bisa-mengubah-hidup-kalam-hati