:

Perang Asimetris Iran Vs AS: Teheran Kalah Angka, tapi Washington Bisa Tersiksa

11 jam lalu

Potensi perang asimetris terbuka lebar jika Amerika Serikat benar-benar menyerang Iran. Kondisi ini tidak lepas dari kedatangan kapal induk Abraham Lincoln yang sudah memasuki kawasan laut Arab, Senin (26/1/2026).

Perang asimetris adalah strategi perang di mana kondisi di mana terdapat ketidakseimbangan kekuatan militer yang mencolok antara dua pihak yang berkonflik, sehingga pihak yang "lebih lemah" menggunakan strategi non-konvensional untuk melumpuhkan pihak yang "lebih kuat".

Di atas kertas kekuatan militer Teheran tidak sehebat Washington, namun bukan berarti Iran tidak punya cara melawan. Strategi Iran ini mengandalkan taktik non-konvensional seperti penggunaan jaringan proksi (Hizbullah, Houthi, Hamas), pertahanan laut di Selat Hormuz, dan penguasaan medan gerilya di Pegunungan Zagros untuk melumpuhkan keunggulan teknologi AS.

Meski AS mampu menghancurkan infrastruktur fisik secara cepat, Iran memandang kemenangan sejati sebagai ketahanan ideologi dan kedaulatan bangsa, yang berisiko menjebak Washington dalam perang berlarut-larut, kerugian ekonomi global, serta kecaman internasional.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Chariots of War - Aakash Gandhi

#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #IranvsAS #PerangAsimetris

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke