Amerika Serikat dikabarkan ingin mengulang suksesi serangan di Venezuela dengan cara tempur "cepat, bersih, dan murah". Namun hal itu tampak terlalu sulit untuk kembali diberlakukan ke Iran.
Channel 14, media pro-pemerintah Israel membocorkan hal tersebut usai pertemuan antara Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, yang bertemu dengan Panglima Israel Defense Forces (IDF) di Tel Aviv, Sabtu (24/1/2026).
Masalahnya, sistem perpolitikan dan struktur rezim Iran, bukanlah doktrin yang terpusat pada satu orang. Iran mengadopsi sistem kekuasaan heterarkis. Sejumlah analis kepada Aljazeera menyebut, sistem desentralisasi sistem ini membuat militer dan pemerintahan Iran bisa bergerak secara otonom untuk alasan pertahanan.
Serangan "incar kepala" yang pernah sukses di Venezuela, belum tentu berpengaruh kepada rezim Ayatollah Ali Khamenei. Perang Juni 2025 lalu sebenarnya sudah menjadi jawaban. saat pimpinan penting Iran meninggal dunia, Iran langsung dengan segera memiliki penggantinya. Jika AS memaksa keadaan ini, maka AS akan terjebak dalam perang berkepanjangan.
Gaya perang berkepanjangan yang tentu menguras isi kantong, adalah sesuatu yang tidak masuk dalam jejak perang Trump selama menjabat sebagai presiden.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #IranvsAS #TaktikAS #MiliterIran #MiliterAS
Music: Addict (Instrumental) - NEFFEX