MALANG, KOMPAS.TV - Di sebuah rumah kawasan Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang inilah, Sukron bersama sejumlah pekerja memproduksi permen lolipop, jajanan manis dengan warna-warni yang menarik. Pembuatan permen lolipop ini membutuhkan kecepatan karena gula yang sudah dipanaskan harus segera diolah dan dicetak. Jika terlambat, bahan permen akan dingin dan keras. Meski skala rumahan, dalam sehari ribuan permen lolipop ini bisa dihasilkan.
Usaha produksi permen lolipop ini dimulai Sukron sejak tahun 2012 dan hingga kini masih bertahan. Di tengah banyaknya pilihan jajanan kekinian yang beredar, Sukron mengaku tetap berusaha mempertahankan produksi permen lolipop.
Sukron mengakui, dibandingkan awal berdiri, untuk saat ini produksi permen lolipop menurun yang disebabkan banyak faktor. Meski demikian, menurut Sukron, para perajin permen lolipop di Malang seperti dirinya optimistis masih memiliki pasar tersendiri. Untuk saat ini, selain dijual di warung, permen lolipop ini banyak dijual di toko pusat oleh-oleh.
"Kita memang merintis dari awal itu permen lolipop, dan kita berpikiran permen lolipop ini kan produksinya hanya ada di Malang setahu saya, maka kita pertahankan permen lolipop." Kata Sukron.
Dengan memaksimalkan media sosial, produsen permen lolipop seperti Sukron ini tetap bertahan dan sudah memiliki pelanggan di beberapa kota baik di dalam maupun luar Jawa.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/646352/umkm-permen-jadul-bertahan-di-tengah-gempuran-jajanan-kekinian