:

Layanan Jemput Bola dengan Mobil Pajak Keliling

1 hari lalu

MALANG, KOMPAS.TV - Penyerahan mobil operasional atau mobil layanan samsat keliling oleh Pemerintah Kota Malang kepada Provinsi Jawa Timur ini dilakukan di halaman Balai Kota Malang usai apel. Secara simbolis, mobil operasional diserahkan Wali Kota Malang kepada Hery Santoso Kepala UPT PPD Bapenda Provinsi Jawa Timur daerah Malang Kota.

Mobil samsat keliling ini diharapkan mampu mendekatk layanan kepada masyarakat sekaligus mendongkrak pendapatan daerah. Wahyu Hidayat optimistis sistem layanan keliling yang proaktif ini akan memberikan dampak signifikan terhadap penerimaan pajak.Mobil samsat keliling ini nantinya akan beroperasi di kecamatan hingga pusat keramaian sehingga memudahkan masyarakat membayar pajak.


"Nanti bisa memberikan sosialisasi, bisa kita proaktif di lapangan untuk kemudahan masyarakat untuk kewajibannya membayar pajak dan nanti juga di kecamatan-kecamatan nanti juga membuka layanan ini." Kata Wahyu Hidayat. 

Sementara itu Kepala UPT PPD Bapenda Provinsi Jawa Timur daerah Malang Kota, Hery Santoso menjelaskan bahwa layanan samsat keliling ini cukup efektif karena mampu menjangkau masyarakat lebih luas. Layanan yang diberikan difokuskan pada pengesahan dan pembayaran pajak kendaraan bermotor tahunan.


"Kami menyambut baik atas kerja sama ini, dan saya menghargai pemberian ini. Semoga dengan pemberian ini bisa meningkatkan PAD Kota Malang, khususnya dari kontribusi opsen." Kata Hery Santoso. 

Pemkot Malang sendiri optimistis target opsen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan tahun ini Rp 192 miliar bisa tercapai.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/646342/layanan-jemput-bola-dengan-mobil-pajak-keliling

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke