Indonesia resmi bergabung dalam Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari komitmen menjaga proses transisi Gaza agar tetap mengarah pada solusi dua negara.
Namun, keikutsertaan Indonesia memantik diskusi kritis. Praktisi hubungan internasional Dinna Prapto Raharja menyoroti absennya Palestina dalam desain awal forum, padahal masa depan Palestina menjadi isu utama yang dibahas.
Ia menilai hal ini harus menjadi alarm bagi Indonesia untuk bersikap lebih tegas dan memastikan kehadirannya tidak sekadar simbolik, melainkan benar-benar menyuarakan kepentingan Palestina.
Sahabat KompasTV, apa tanggapanmu?
Simak video selengkapnya dan dapatkan berita terkini lainnya di www.kompas.tv serta youtube.com/kompastv #EnglishKompasTV