JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyebut instrumen pencegahan korupsi sejatinya sudah banyak dan berlapis. Namun, tumpang tindih aturan justru membuka ruang abu-abu yang bisa disalahgunakan.
Menurut Bima Arya, pada akhirnya karakter dan integritas personal kepala daerah menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan korupsi.
Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia, Danang Widoyoko aparat penegak hukum bekerja berbasis bukti.
Namun karena minimnya saluran pelaporan yang efektif, banyak kasus langsung ditarik ke ranah penindakan. Danang juga mencatat, operasi tangkap tangan KPK mengalami penurunan signifikan pasca revisi Undang-Undang KPK.
Menanggapi hal itu, Bima menegaskan pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan secara sektoral. Jika ingin kepala daerah bersih, maka seluruh aparat penegak hukum (kepolisian, kejaksaan, hingga KPK) juga harus berintegritas.
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan komentarnya.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/jtVCelbFEEs?si=kF3xxWEf-rVhuuEN
#kpk #korupsi #pati
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/645939/celah-aturan-buka-jalan-jual-beli-jabatan-bima-arya-integritas-kepala-daerah-jadi-kunci-rosi