:

Iran Sulit Ditembus Taktik "Teatrikal" Trump: Politik Berlapis hingga Selat Hormuz Bentengi Teheran

1 hari lalu

Iran bukan Venezuela! Begitu sejumlah analis Timur Tengah menyatakan bahwa Donald Trump harus berhitung ulang jika ingin melawan rezim Ayatollah Ali Khamenei.

Kepada CNN dan Aljazeera, sejumlah analis mengatakan strategi "Perang Teatrikal" kesukaan Trump yang mengedepankan serangan militer cepat, dramatis, dan minim risiko pasukan, bakal sulit diterapkan di Iran.

Serangan kilat di Venezuela tidak bisa terjadi di Iran, lantaran sistem hirarki politik yang begitu kuat dan berlapis. Sebut saja AS dan Israel sudah menewaskan puluhan jenderal militer di Iran. Tapi "satu tumbuh seribu", Iran kembali menemukan pengganti. Politik Iran tidak terpusat pada satu figur saja.

Memang Iran disebut kalah jumlah alutsista dibanding AS, tapi sejarah 12 hari perang Juni 2025, menunjukkan Iran bakal memaksa AS perang dengan durasi panjang, yang tentu saja menguras kantong Washington. Ini bukan sesuatu yang disukai Trump.

Alih-alih menjadi kemenangan instan, ambisi Trump berisiko terjebak dalam perang kolosal jangka panjang yang dapat memicu inflasi global, menutup Selat Hormuz, dan justru menghancurkan karier politik serta ekonomi Amerika Serikat sendiri.

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty

Music: Chariots of War - Aakash Gandhi

#global #konflik ##kompascomlab #Iran #DonaldTrump #AmerikaSerikat

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke