SULAWESI SELATAN, KOMPAS.TV – Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto mengungkapkan detik-detik operasi pencarian hingga evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Ia menyampaikan bahwa TNI AU mengerahkan pesawat Boeing 737 Surveillance yang diterbangkan sekitar 30 menit setelah informasi kehilangan kontak diterima, sehingga lokasi kejadian dapat segera diidentifikasi dari udara.
“Pesawat Boeing 737 Surveillance langsung berada di atas area pencarian dan memberikan koordinat secara real-time kepada helikopter untuk dilakukan penjemputan,” ujar Komandan Lanud Sultan Hasanuddin, Marsekal Pertama TNI Arifaini Nur Dwiyanto pada Kamis, (22/1/2026).
Letkol Yudha juga menyebut, TNI AU menurunkan 257 personel dan empat alutsista dalam operasi SAR pesawat ATR 42-500.