Ambisi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menguasai Greenland, wilayah yang berada di bawah Denmark namun memiliki pemerintahan sendiri, dinilai bukan sekadar manuver politik atau provokasi diplomatik.
Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho menilai, langkah itu berakar pada kepentingan fundamental AS dalam menjaga dan memaksimalkan kekuatan militer, serta ekonomi di tengah persaingan global antarkekuatan besar.
Menurut Wibawanto, tekanan yang dilakukan AS saat ini tidak hanya melalui instrumen ekonomi dan militer.
Tetapi juga lewat pendekatan kelembagaan alternatif seperti pembentukan "Board of Peace" yang digagas Trump.
Inisiatif tersebut menunjukkan AS tengah mencari cara baru untuk mempertahankan dominasinya dalam sistem internasional.