Pada bagian ini, ustaz mengajak jamaah memahami makna Isra’ Mi’raj dengan cara yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perjalanan Isra’ bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perjalanan penyembuhan hati.
Rasulullah SAW melakukan Isra’ dalam keadaan yang sangat sedih, setelah kehilangan dua orang yang paling beliau cintai: Khadijah radhiyallahu ‘anha dan Abu Thalib. Duka itu begitu dalam, hingga hanya Allah sendiri yang mampu menghibur beliau.
Allah yang Maha Mengetahui bahasa hati hamba-Nya, memilih cara paling lembut untuk menguatkan Rasul-Nya. Melalui firman pertama dalam surah Al-Isra Subhanalladzi asra bi’abdihi laylan.
Allah menegaskan bahwa Dia Maha Suci, Maha Kuasa, dan Maha Mampu menyembuhkan luka yang tidak terlihat oleh manusia. Ini bukan perjalanan biasa, tetapi perjalanan penuh makna, penuh kasih, dan penuh rahasia ilahi.
Seperti orang yang pulang membawa oleh-oleh setelah bepergian, Rasulullah juga kembali dari Isra’ Mi’raj dengan hadiah yang sangat agung untuk umatnya: shalat.
Sebuah ibadah yang menjadi pembeda antara orang beriman dan yang ingkar, sekaligus menjadi salah satu dari lima pilar utama Islam. Ceramah ini mengingatkan kita bahwa shalat bukan beban, tetapi hadiah langsung dari Allah untuk menenangkan jiwa dan menegakkan iman.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/645155/hadiah-terindah-dari-langit-kalam-hati