Perjalanan ini bercerita bagaimana tiga pesantren di Jawa Barat merawat tradisi dan sejarah. Perjuangan menjaga nilai dan ajaran lama, merawat akar yang diwariskan dari generasi ke generasi tak pernah berhenti. Pesantren juga terus berinovasi tanpa melepaskan akar yang membuatnya kuat. Menghubungkan masa lalu, hari ini dan masa depan dalam satu perjalanan yang terus berlanjut. Di mana tradisi dan perjuangan bertaut membentuk jembatan sejarah antara masa lalu dan masa kini.
Pondok Pesantren Buntet
Di pesantren tertua di Jawa Barat ini pesantren dijaga dari generasi ke generasi selama hampir tiga abad. Manuskrip-manuskrip kuno penuh ajaran dirawat penuh kehati-hatian menjadi saksi bisu perjalanan panjang ilmu. Budaya pengajarannya pun tetap dipertahankan hingga saat ini. Akar terus dijaga melalui metode sorogan dan bandongan, cara belajar yang memastikan nilai dan identitas pesantren tidak pernah hilang meskipun zaman telah berganti.
Pondok Pesantren Cipasung
Tidak hanya sekedar lembaga pendidikan. Pesantren ini dulu menjadi rumah perjuangan anak muda di masa penjajahan dan simbol perlawanan di masa Orde Baru. Pendiri pesantren, KH Ruhiat dulu menggerakan perlawanan anak muda di masa penjajahan dari sini. Kiprah ini pun sempat membuatnya berkali-kali ditahan oleh Belanda. Budaya literasi dan mengasah nalar kritis yang sudah ada sejak dulu pun terus diajarkan kepada para santri hingga saat ini
Pondok Pesantren Al Umanaa
Pesantren ini dibangun dengan visi misi yang modern. Santri tidak hanya diajarkan pelajaran agama, namun juga disiapkan untuk fasih lima bahasa dan mengembangkan agribisnis secara mandiri. Tujuannya, untuk melahirkan pemimpin qurani yang siap memasuki dunia global.
#Ramadhan2026
#Mudik2026
#Lebaran2026