Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi hingga Akhir Januari 2026.
Dalam prospek cuaca seminggu ke depan, BMKG memperkirakan sejumlah wilayah akan dilanda hujan lebat hingga ekstrem.
BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.
Dalam skala global, El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) yang cenderung positif.
Kondisi ini, berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.