Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Eropa saling melempar sindiran dan serangan verbal baru soal kepentingan mereka di Greenland.
Dalam pernyataan terbarunya, Trump secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya tidak lagi merasa terikat pada komitmen perdamaian internasional. Sikap menantang ini muncul sesaat sebelum Trump bertolak dari Florida menuju Washington DC menggunakan Air Force One, Senin (19/1/2026).
Trump tetap pada pendiriannya untuk menguasai Greenland secara fisik. Orang nomor satu AS itu bahkan menyindir jumlah pasukan NATO di Greenland.
"Nah, itu bukan pasukan militer. Mereka mengirim beberapa orang, dan mereka mengatakan bahwa mereka mengirim mereka bukan untuk saya, tetapi agar saya waspada terhadap Rusia," ungkap Trump sebelum terbang menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.
Sementara Uni Eropa menegaskan apapun tekanan Trump, Greenland tetap milik Denmark dan rakyat Greenland.
"Langkah-langkah ancaman oleh administrasi Amerika Serikat akhir pekan lalu tidak akan membantu meningkatkan keamanan di Arktik. Faktanya, langkah-langkah tersebut berisiko menimbulkan efek sebaliknya. Greenland dan Denmark telah dengan jelas menyatakan bahwa Greenland tidak dijual, dan kedaulatan serta integritas teritorial mereka harus dihormati," tegas Roberta Metsola, Presiden Parlemen Uni Eropa disambut tepuk tangan anggota parlemen, Senin (19/1/2026).
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: EUROPEAN UNION via AP
#global #konflik ##kompascomlab #DonaldTrump #Eropa #NATO