Amerika Serikat tiba-tiba mengirimkan 12 jet tempur F-15 ke Yordania, Minggu (18/1/2026), dan mengerahkan Kapal Induk Abraham Linclon dari Laut China Selatan menuju Timur Tengah. Kapal induk tersebut kini sudah melewati Selat Malaka, antara Indonesia dan Malaysia pada Minggu.
AS menerapkan doktrin Dynamic Force Employment (DFE) atau doktrin belok sebagai langkah menekan Iran. Doktrin yang mengutamakan fleksibiltas armada tempur ini untuk bergerak tanpa terprediksi ke arah musuh.
Presiden AS Donald Trump yang awalnya memberi gelagat tidak jadi menyerang, dengan alasan Iran membatalkan eksekusi mati pedemo, namun dua hari berselang, opsi militer AS tampak kembali mencuat usai sejumlah senjata tempurnya menuju Timur Tengah.
Dengan posisi Iran yang kini terkepung oleh tujuh fasilitas militer AS di negara-negara Teluk dan pernyataan tegas Trump mengenai perlunya pergantian rezim, situasi di kawasan tersebut berada dalam ketegangan tinggi meski Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan kesiapan untuk berperang habis-habisan jika agresi benar-benar terjadi.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Canada - Ramzoid
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #DonaldTrump