Warga Korea Selatan (Korsel) menjadi korban sindikat love scamming yang dijalankan warga negara China yang tinggal di Indonesia.
Plt Dirjen Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Yuldi Yusman mengatakan, korban mayoritas adalah laki-laki.
Kata Yuldi, pelaku menggunakan artificial intelligence (AI) untuk mengubah wajah serta bentuk tubuhnya supaya terlihat seperti wanita.
Setelah korban jatuh hati, pelaku mengajak korban melakukan video call seks (VCS) dan merekam semua aktivitas korban saat itu.
Rekaman yang diambil lalu digunakan untuk memeras korban. Jika korban tak bersedia membayar, pelaku mengancam bakal mengunggah video korban saat tak berbusana ke internet.
Penulis Naskah: Dzaky Nurcahyo
Video Jurnalis: Dzaky Nurcahyo
Video: Dzaky Nurcahyo
Produser: Nursita Sari
#hukum #kriminal #PenipuanWNChina #LoveScamming #Imigrasi #vjlab