MAROS, KOMPAS.TV - Tim SAR gabungan masih kesulitan mengevakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, dari lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Hujan lebat dan kabut tebal, menjadi kesulitan utama, upaya evakuasi ini.
Selain faktor cuaca, medan terjal juga jadi kendala utama, tim SAR gabungan mengevakuasi satu korban yang telah ditemukan.
Demi keselamatan personel, tim SAR memutuskan mendirikan tenda dan bermalam, di dekat lokasi temuan korban.
Upaya evakuasi segera dilanjutkan, saat cuaca membaik.
Meskipun lokasi pesawat ATR 42 500, sudah teridentifikasi, dan satu korban telah ditemukan, tapi satu hal yang terus dicari selain kru dan penumpang, adalah mesin pesawat dan kotak hitam.
Kita bahas upaya pencarian pesawat ATR 42 500, bersama pengamat penerbangan, sekaligus mantan investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi, KNKT, Ruth Hanna.
Baca Juga Polda Sulsel Buka Pos Ante Mortem untuk Identifikasi Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/644667/polda-sulsel-buka-pos-ante-mortem-untuk-identifikasi-jenazah-korban-pesawat-atr-42-500-berut
#pesawathilangkontak #kotakhitam #pesawatatr42500 #knkt
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/644677/full-eks-investigator-knkt-bicara-soal-pencarian-kotak-hitam-dan-badan-pesawat-atr-42-500