:

Tegur dengan Hikmah, Bukan dengan Marah | KALAM HATI

2 minggu lalu

Pada bagian ini, ustaz menjawab pertanyaan penting: bagaimana cara menegur saudara atau teman yang iri dan dengki kepada kita, bahkan sampai mengganggu?

Jawabannya tegas, tapi tetap penuh adab. Jika kita benar-benar sayang, maka jangan diam. Karena diam justru membiarkan saudara kita terus tenggelam dalam penyakit hati.

Ustaz mengutip perintah Allah dalam Al-Qur’an untuk mengajak manusia dengan hikmah dan nasihat yang baik.

Menegur itu boleh, bahkan perlu, tapi caranya harus lembut, tidak mempermalukan, tidak diumumkan di depan umum, dan tidak menjatuhkan harga diri.

Tegur empat mata, dari hati ke hati, dengan niat menyelamatkan, bukan menyerang.

Beliau juga menekankan bahwa cinta sejati itu bukan selalu membenarkan, tapi berani mengingatkan saat salah.

Karena orang yang selalu membenarkan kita belum tentu sayang, sedangkan orang yang jujur menegur justru itulah teman sejati.

Diibaratkan seperti mata kelilipan, kita tidak bisa meniup sendiri. Butuh orang lain untuk membantu.

Ustaz juga menyentil dengan contoh yang sangat relate: ada orang rajin ibadah, jilbab panjang, sorban rapi, umrah sering, tapi saat saudaranya dapat rezeki, justru hatinya panas.

Inilah tanda bahwa ibadah lahir belum tentu lurus dengan hati. Kalau benar sayang, harus diingatkan. Kalau sudah diingatkan tapi tidak berubah, maka cukupkan, jaga jarak dengan baik, dan doakan dalam diam.

Pesan terakhir yang sangat kuat dari bagian ini adalah: jangan simpan marah, jangan simpan dendam, dan jangan balas keburukan dengan keburukan.

Tegur dengan kasih, doakan dengan tulus, dan jaga hati tetap bersih. Karena tujuan kita bukan menang, tapi menyelamatkan.

Sahabat Kompas TV,

saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,

setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.

Jangan lupa Like, Comment, and share.

Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/kalam-hati/643866/tegur-dengan-hikmah-bukan-dengan-marah-kalam-hati

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke