Dalam sesi tanya jawab ini, ustaz menjawab pertanyaan jamaah tentang bagaimana cara menghindari iri dan dengki yang menjadi sumber penyakit hati.
Jawabannya sangat sederhana, tapi sering kita remehkan: mulai dari sikap saat bertemu sesama muslim.
Beliau mengingatkan ajaran Rasulullah bahwa ketika dua muslim bertemu, hendaknya saling memberi salam, salaman, dan menunjukkan wajah yang berseri.
Bukan wajah masam, bukan cemberut, apalagi pura-pura tidak lihat. Karena sikap kecil seperti ini bisa menimbulkan perasaan tersinggung, sakit hati, bahkan memicu iri dan dengki tanpa kita sadari.
Ustaz menekankan pentingnya wajah yang ramah dan hati yang lapang. Senyum, salam, dan salaman bukan sekadar adab, tapi juga menjadi sebab gugurnya dosa.
Hubungan yang hangat akan mematikan potensi iri, sementara sikap dingin justru menyuburkan dengki.
Beliau juga mengingatkan beberapa larangan penting dari Rasulullah: jangan saling memutus hubungan, jangan memboikot, jangan memblokir, jangan membelakangi, dan jangan saling menjatuhkan.
Semua itu hanya akan memperlebar jurang di antara sesama, padahal kita diperintahkan untuk hidup sebagai saudara.
Pesan inti dari ceramah ini sangat jelas: tanamkan rasa asih, buang rasa dengki. Karena hati yang penuh kasih akan melahirkan ketenangan, sementara hati yang dipenuhi iri hanya akan melelahkan.
Jika ingin hidup tenang, damai, dan ringan, mulailah dari hal paling sederhana: senyum, salam, sapa, dan jaga hati.
Sahabat Kompas TV,
saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,
setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.
Jangan lupa Like, Comment, and share.
Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/kalam-hati/643861/iri-dan-dengki-bisa-hilang-dengan-cara-sederhana-ini-kalam-hati