:

Antara Ikhlas dan Riya, Batasnya Tipis | KALAM HATI

2 minggu lalu

Dalam sesi ini, membahas tema yang sangat relevan dengan zaman sekarang: perbedaan antara fastabikul khairat (berlomba dalam kebaikan) dan riya.

Pertanyaannya sederhana, tapi dalam: bagaimana jika niat berlomba dalam kebaikan, tapi yang tampak justru pamer? Apalagi di era media sosial, di mana sedekah sering kali diikuti dengan update status, story, dan postingan.

Ustazah menjelaskan bahwa secara hakikat, fastabikul khairat dan riya itu sangat jauh berbeda. Pembeda utamanya bukan di tampilan luar, tapi di niat dalam hati.

Ada amal yang ditampakkan bukan untuk pamer, tapi untuk memberi contoh, memotivasi, dan mengajak orang lain agar ikut berbuat baik.

Namun, ada juga yang memang tujuannya ingin dipuji dan diakui. Di sinilah pentingnya kejujuran pada diri sendiri.

Beliau mengutip ayat Al-Qur’an tentang sedekah yang boleh disembunyikan dan boleh ditampakkan. Yang disembunyikan untuk menjaga keikhlasan, yang ditampakkan bisa jadi untuk edukasi dan motivasi.

Misalnya, agar orang yang pelit jadi tergerak, orang yang malas jadi semangat, dan orang yang jauh dari sedekah jadi dekat dengan kebaikan.

Ustazah juga menyinggung tentang tiga golongan manusia dalam Surah Fathir, bahwa Allah memilih hamba-hamba-Nya yang beriman, yang berusaha, yang jatuh bangun, yang berdosa lalu bertaubat.

Semua punya peluang untuk menjadi baik. Tidak harus sempurna dulu untuk beramal. Yang penting mau bergerak, mau belajar, dan mau memperbaiki niat.

Pesan utama dari bagian ini adalah: jangan takut berbuat baik, tapi takutlah jika niat kita salah. Perbaiki niat, luruskan tujuan, dan terus berlomba dalam kebaikan.

Karena kebaikan yang diniatkan dengan benar akan membawa ketenangan, bukan kegelisahan.

Sahabat Kompas TV,

saksikan video lengkapnya hanya di channel youtube Kalam Hati,

setiap hari Minggu jam 13.00 WIB.

Jangan lupa Like, Comment, and share.

Serta follow akun Instagram kita di: @dikalamhati

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/kalam-hati/643863/antara-ikhlas-dan-riya-batasnya-tipis-kalam-hati

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke