:

Speedboat Ambulans Siap Antar Warga hingga Perajin Tekuni Pembuatan Gambus

3 hari lalu

KOMPAS.TV - Di tengah keterbatasan akses darat dan jauhnya fasilitas kesehatan, warga Kabupaten Mahakam Ulu yang berada di pedalaman kini punya speed ambulans terapung. Warga pun senang, karena warga yang dirujuk ke kota bisa mendapatkan pengobatan maksimal.

Pemkab Mahakam Ulu kini punya speed ambulans terapung yang siap mengantar warganya ke rumah sakit rujukan di ibu kota provinsi Kaltim.

Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, mengatakan speed ambulans terapung ini salah satu solusi warga Mahulu untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal. Saat ini Mahakam Ulu masih terus berbenah, melanjutkan pembangunan akses darat. Tak hanya itu, pembangunan bandara yang akan beroperasi di Mahulu juga menjadi salah satu akses bagi transportasi udara yang cepat bagi warga yang sakit.

Sementara itu, beragam cara dilakukan untuk melestarikan budaya di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satunya pengrajin gambus yang berkarya sejak tahun 1998 hingga saat ini.

Di bengkel sederhana, inilah seorang pengrajin, Saripudin, masih menekuni pembuatan gambus Kutai, alat musik tradisional masyarakat Kutai Kartanegara.

Gambus Kutai ini dibuat dengan menggunakan bahan utama kayu nangka. Kayu nangka dipilih karena kokoh, mudah dibentuk, dan tidak mudah pecah.

Untuk pembuatan satu gambus, paling lama sepekan. Harganya dibanderol mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Pasaran gambus Kutai dijual ke sejumlah daerah hingga keluar negeri.

Pada November 2024 lalu, gambus Kutai ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.

#speedboat #perajin #kaltim

Baca Juga Tanggul Jebol, Permukiman Warga Ambruk dan Terendam Banjir | KOMPAS SIANG di https://www.kompas.tv/regional/644437/tanggul-jebol-permukiman-warga-ambruk-dan-terendam-banjir-kompas-siang

 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/644440/speedboat-ambulans-siap-antar-warga-hingga-perajin-tekuni-pembuatan-gambus

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke